Ilmuwan Pecahkan Misteri Segitiga Bermuda

Segitiga Bermuda

Berita188, Selama ini, Segitiga Bermuda yang juga dikenal sebagai tempat misterius. Lokasi yang sampai saat ini diyakini menjadi lokasi hilangnya lebih dari 20 pesawat dan 50 kapal dengan jangka waktu 100 tahun.

Segitiga Bermuda yang juga menjadi wilayah imajiner yang menhubungkan tga titik, yakni Florida, Puerto Rico dan Pulau Bermuda, yang letaknya berada pada tengah-tengah Samudra Atlantik. Total, Area yang sudah menjadi luas 4 juta kilometer persegi.

Banyak teori yang berusaha menjelaskan hilangnya kapal dan pesawat di lokasi itu. Seperti makhluk ekstraterresterial yang menculik manusia untuk dijadikan kelinci percobaan, pengaruh Atlantis yang Hilang (Lost Atlantis), pusaran yang telah menyedot benda k edimensi lain, dan hal-hal lainnya.

Namun hingga saat ini sebuah penemuan yang dipercaya akan membuka jalan atas jawaban misteri di Segitiga Bermuda.

Para ilmuwan yang hingga saat ini percaya akan selangkah lebih dekat dengan jawaban misteri itu, setelah ditemmukannya serangkaian kawab bawah laut di dasar Laut Barents, lepas pantai Norwegia. Hal yang berhasil dikutip dari News.com au pada Senin (14/3/2016).

Meskipun tidak dapat mendekati Segitiga Bermuda, mereka berharap bahwa kawah yang menjadi kunci itu akan menjelaskan fenomena yang membingungkan itu.

Kawan dengan lebar 800 meter dengan kedalaman 45 meter, diyakini akan terbentuk karena gas metana yang tedapat di bawah sendimen dasar laut. Lalu, gas itu meledan dan menyebabkan bentukan kawah.

“Banyak kawah yang juga terdapat pada dasar laut terletak di pusat-barat Laut Barents dan mungkin akan membentuk ledakan besar gas,” terang peneliti dari the Arctic Universty of Norway pada Sunday Times.

“Kawah yang menjadi salah satu tempat yang merepesentasikan lokasi ledakkan gas metan di Arktik,” Tambannya.

Kapal Karam Di Segittiga Bermuda

Kapal Karam Di Segittiga Bermuda

Rincian dalam temuan yang akan dirilis pada pertemuan tahunan European Geosciences Union pada bulan depan, dimana para ahli akan menganalisis apakah gelembung gas semacam itu dapat mengancam kapal yang sedang melewatinya.

Tahun lalu, kemungkinan semacam itu akan menyebabkan ditemukannya. Igor Yelstov dari Trofimuk Institute berkata,”Ada versi dari beberapa teori yang mengenai fenomena Segitiga Bermuda adalah konsekwensi dari reaksi gas hidrat.”

“Mereka yang mengaktifkan uraian es metana yang akan berubah menjadi gas. Hal itu akan menjadi seperti longsoran, layaknya reaksi nuklir, dan menghasilkan gas dalam jumlah besar.”

“Hal ini akan membuat air laut menjadi panas dan kapal akan tenggelam di perairan yang sudah tercampur dengan gas dalam porsi besar,” tutupnya.

You must be logged in to post a comment Login